HBH: HILWAH 2026 GUNUNGKIDUL

 HILWAH ~ 

















Alhamdulillah telah terlaksana silaturahim & halal bi halal santri & alumni PP Wahid Hasyim (HILWAH) Provinsi D.I Yogyakarta, pada hari Ahad, 12 April 2026 di kediaman Bapak Nur Hidayat Murah Harta, S.M, M.Si. (Alumni tahun 1999), Jragum, Ngeposari, Semanu, Gunungkidul.

Acara dibuka dengan semaan Al Qur'an bilhifdzi oleh alumni tahfidz PPWH & muqoddaman 30 Juz. Kemudian dilanjutkan tahlil dan do'a yang dipimpin oleh Bapak Saibani, S.Pd. (alumni tahun 1994)

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Bapak KH. Drs. Jalal Suyuthi,S.H., pengasuh PP. Wahid Hasyim Yogyakarta, Ibu Ny. Hj. Nelly Umi Halimah, S.Ag., Direktur Tahfidzul Qur’an PP. Wahid Hasyim Yogyakarta. 
Ratusan alumni & keluarga besar alumni PP Wahid Hasyim Yogyakarta serta jajaran pengurus HILWAH dari berbagai angkatan. Kehadiran para alumni dari angkatan awal pondok berdiri hingga lulusan terbaru membuktikan bahwa ikatan batin antara santri dan pesantren tetap kokoh melintasi zaman. Alumni paling jauh tercatat datang dari Gorontalo dan Jombang, Jawa Timur.

Ikrar syawalan yang dipimpin oleh Bapak Ahsin Pahlevi, S.Ag., M.Si., (alumni th 1998) menjadi perekat silaturahim dan janji saling memaafkan diantara alumni PP. Wahid Hasyim serta komitmen menjadi pribadi yang lebih baik.  

Mauidhoh hasanah disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta, Bapak KH. Drs. Jalal Suyuthi, S.H., dalam pesannya Beliau mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya pertemuan ini. Beliau menyebut bahwa pertemuan fisik setelah sekian lama berpisah merupakan anugerah yang tak ternilai.

"Bisa bertemu kembali setelah sekian lama dengan sahabat lama sewaktu di pondok, tetap mengenali satu sama lain tanpa pangling, dan bisa tertawa bersama dengan rasa yang setara, itu adalah anugerah luar biasa yang patut kita syukuri," 

Bapak KH. Jalal Suyuthi menegaskan bahwa identitas santri tidak boleh luntur meskipun sudah terjun ke berbagai profesi di masyarakat. Beliau berpesan agar semangat berkhidmat yang selama ini ditempa di dalam pondok harus terus diistiqomahkan di tengah-tengah masyarakat.

"Di manapun tempatnya, alumni Wahid Hasyim harus membawa manfaat. Semangat pengabdian saat di pondok jangan sampai padam, justru harus semakin kuat saat berada di lingkungan sosial".

Mengakhiri arahannya, Beliau mendorong agar komunikasi antar-alumni terus dijaga dengan memanfaatkan kemajuan teknologi maupun pertemuan tatap muka. Beliau berharap silaturahmi HILWAH tetap tersambung secara berkelanjutan, baik melalui platform online maupun pertemuan offline, minimal satu tahun sekali.

Kemudian acara disambung ramah tamah dengan alumni senior, yang dimoderatori oleh Bapak H. Nur Wahid ketua yayasan PP. Wahid Hasyim, dalam sambutan beberapa alumni senior, salah satunya mengingatkan kembali pesan mendalam (dawuh) dari pendiri pondok, Al-Maghfurlah KH. Abdul Hadi As-Syafi’i. 
“Santri kui nek ora mulang, yo kudu melu ngaji (Santri itu kalau tidak mengajar, ya harus ikut mengaji)." 
Pesan tersebut menjadi ruh bagi setiap langkah santri di manapun mereka bera





Video credit: Mas Edi Cukur 




Terima kasih Pak Noor Murah Harta sekeluarga dan seluruh yang terlibat baik jiwa raga pikiran waktunya... 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻😁😁😁😁😁




Mencintai guru adalah bentuk ta'dzim (hormat) dan syukur. Tanpa rasa cinta dan hormat, ilmu akan sulit meresap ke dalam hati. Ini adalah langkah awal untuk mendapatkan ridha Illahi. 


"Jangan hanya bangga menjadi murid dari guru yang hebat, tapi berusahalah menjadi murid yang membuat guru tersenyum saat menyebut namamu (ridha)"


Ketika guru ridha terhadap murid (santri) biasanya do'a-doa khusus akan mengalir, dan itulah jalan pintas menuju keberkahan ilmu yang manfaat. 

Semoga kita semua menjadi santri yang selalu mencintai guru dan diridhai guru. 

Komentar