Obituary KH. Ahmad Raharjo bin Kyai Suhardi

 HILWAH ~ 

Kesaksian.

Sekitar lima bulan yang lalu Ahmad Raharjo ke tempatku, " Ed, ndue duit ora, iki aku ono tawaran sko 2 bakpia ngleboni kacang hijau 40 ton per bulan, tabunganku tinggal sak milyar, iseh kurang akeh".
Tak jawab, "koe salah wong, kono bali....".
Ndue tabungan sak mono kok ngejak wong ra ndue dit.

Kacang hijau untuk bakpia dimport dari India, ngambilnya di peti kemas Surabaya, karena kalau memakai kacang hijau lokal hasilnya tidak bisa sebaik barang dari India.

Raharjo, santri Aliyah angkatan 2004 yang secara akademis disepelekan kita-kita, tapi setelah puluhan tahun, dia termasuk orang yang memiliki ketajaman dan perhitungan yang matang di dunia bisnis.
Ketipu?... Berkali-kali. Ngirim bahan baku (coklat) ke Nestle dari Afrika, ternyata dapat cokelat jelek, dikembalikan, uangnya hilang ratusan juta hanya ketawa-ketawa. Begitulah Ahmad Raharjo.
Berkali-kali teritipu, tapi tidak pernah nipu orang.

Setelah kuliah D3 perpus UIN, dia jadi tenaga perpus SD di Bantul 3 tahun, jadi kasir tempat cukur bertahun-tahun, akhirnya ketemu passion-nya sebagai sales.
Jadi Sales Tiki sampai jadi Top Leader, bosan keluar.
Setelah menikah semangatnya susah ditiru.
Jadi Sales Bubuk cabai, sebulan bisa dapat omset 700 juta. Kalau ada jajanan yang dalamnya ada bubuk cabai di Jogja, kemungkinan besar itu dari tangan Raharjo.
Sales Keju nomer 1 di Jogja.
Jaringannya Soloraya, Jogja, Kedu, banyak sekali temannya 

Orang kalau bisnis sama dia, tidak hanya percaya 100 persen, tapi 1000 persen.

Kalau kita itu ngemis-ngemis ke Bank, Kalau Raharjo, bank ngemis-ngemis ke dia supaya uangnya diputarkan.

Pagi tadi sekitar jam 9 setelah sarapan bersama isteri,  3 anaknya yang paling besar baru 8 tahun, 4 tahun dan 7 bulan, dia pamit  ngirim barang, Sampai daerah Sagan mobil terlihat minggir sendiri akhirnya terhenti karena menabrak pot. Orang-orang sekitar berlarian ke mobilnya, ternyata sudah sedo. 

Ahmad Raharjo adalah sosok teman yang jeblok di atas kertas tapi 💯 di dunia nyata.
Selalu ceria, ndlogok, jujur, amanah, semangatnya tinggi sekali, tidak pernah mengeluh.
Reputasinya sangat terjaga di lingkarannya sampai ajal hari ini menjemput.

Tadi isterinya bilang ke Asmadi bahwa habis lebaran dia katanya pengen bekerja dan fokus membesarkan usahanya sendiri, tapi takdir berkata lain.

Ekonominya semakin membaik,
pernah bilang ke saya_ini aku nulis sambil nangis, "Ed, aku pengen tuku Fortuner".

Oalah, urung tuku Fortuner malah mati koe Jooo Jo...  Oalah, Ya Allaaaah....

Oleh: Edi Trebis







Dimakamkan besok pagi (Ahad, 1 Februari 2026) diberangkatkan dari Tejokusuma, Ngampilan jam 08.00 WIB ke makam keluarga di Panjatan, Kulon Progo.

Posisi saat ini sedang dimandikan. Hari ini jam 15.00 berangkat dari RS Sardjito ke rumah duka Tejokusuma No 1 Ngampilan Jogjakarta. 








Komentar